- Diposting oleh : Sekolah Dasar Negeri 3 Canduk
- pada tanggal : Selasa, Mei 05, 2026
SDN 3 CANDUK – Gemuruh tabuhan musik tradisional dan kelincahan gerak tubuh menjadi pemandangan utama di Komplek SD Negeri 1 Lumbir pada Selasa (5/5/2026). Dalam perhelatan bergengsi Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kecamatan Lumbir tahun ini, SD Negeri 3 Canduk secara resmi mengirimkan delegasi terbaiknya untuk berlaga di cabang seni tari. Tiga siswi berbakat, yakni Ayu Marfungah Aziz, Almira Zahira, dan Riska Maisaroh, tampil sebagai representasi semangat artistik sekolah mereka, membawa harapan besar untuk membawa pulang piala kemenangan di tengah persaingan ketat antar-pelajar sekolah dasar se-Kecamatan Lumbir.
Ajang tahunan yang menjadi barometer kreativitas siswa tersebut tercatat diikuti oleh sedikitnya 34 Sekolah Dasar dari seluruh penjuru Kecamatan Lumbir. Kehadiran puluhan delegasi tersebut menciptakan atmosfer kompetisi yang sangat kompetitif namun tetap dibalut dengan semangat persaudaraan antarsiswa. Persiapan matang yang telah dilakukan oleh kontingen SDN 3 Canduk selama beberapa bulan terakhir menjadi modal utama bagi Ayu, Almira, dan Riska untuk menghadapi tekanan di panggung utama kompetisi tersebut.
Berdasarkan laporan panitia di lokasi, antusiasme peserta pada kategori tari tahun ini meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Fenomena tersebut menuntut setiap tim untuk tidak hanya mengandalkan teknik gerak, tetapi juga kekuatan narasi dan kekompakan formasi di atas panggung. Tim tari dari SDN 3 Canduk tersebut dikabarkan telah menyiapkan koreografi khusus yang memadukan unsur tradisi lokal dengan sentuhan modernitas, guna menarik perhatian dewan juri yang bertugas dalam ajang bergengsi tersebut.
Keberhasilan pemberangkatan delegasi tersebut tidak lepas dari tangan dingin Nana Asrotin, S.Pd.SD., selaku Kepala Sekolah yang memberikan dukungan penuh, baik secara moral maupun material. Komitmen sekolah tersebut dalam mendukung minat dan bakat siswa di bidang non-akademik terlihat dari intensitas latihan yang diberikan kepada para peserta. Selain itu, peran Nurfia Khusnaeni, S.Pd., sebagai pendamping sekaligus pelatih tari sangat krusial dalam mengasah detail estetika dari setiap gerakan yang akan ditampilkan oleh ketiga siswi tersebut di hadapan publik.
Nurfia secara konsisten memantau perkembangan fisik dan mental para penarinya agar tetap prima hingga hari pelaksanaan lomba tiba. Pelatihan disiplin tersebut mencakup penguasaan panggung, ekspresi wajah (wirasa), hingga ketepatan waktu antara gerak dan irama musik. Melalui bimbingan intensif tersebut, diharapkan Ayu Marfungah Aziz dan rekan setimnya dapat tampil lepas tanpa beban, sekaligus menunjukkan identitas budaya yang kuat sebagai representasi dari nilai-nilai luhur yang diajarkan di SD Negeri 3 Canduk selama ini.
Di tengah persiapan terakhir di area ruang ganti pemain, suasana optimisme terpancar dari wajah para pendidik dan pendamping yang mengawal jalannya perlombaan. Mereka menekankan bahwa partisipasi dalam FLS3N lebih dari sekadar mengejar gelar juara, melainkan sebuah proses pembentukan karakter siswa.
Kepala Sekolah SDN 3 Canduk, Nana Asrotin, S.Pd.SD., memberikan pernyataannya terkait visi sekolah "Keikutsertaan Ayu, Almira, dan Riska dalam ajang FLS3N tingkat kecamatan hari ini adalah manifestasi dari visi kami untuk mencetak generasi yang cerdas secara intelektual dan kaya secara kultural. Kami di SDN 3 Canduk percaya bahwa seni tari adalah media yang efektif untuk melatih kerjasama tim dan kedisiplinan. Saya berpesan kepada anak-anak agar menari dengan hati; jangan jadikan panggung sebagai beban, tapi jadikanlah ia tempat bermain yang menyenangkan untuk menunjukkan siapa kita sebenarnya. Menang itu bonus, tapi keberanian untuk tampil di depan 34 sekolah lain adalah kemenangan yang sesungguhnya."
Nurfia Khusnaeni, S.Pd., selaku Pendamping dan Pelatih Tari, menjelaskan detail persiapan teknis timnya "Kami telah melalui proses latihan yang cukup panjang untuk menyelaraskan gerak antara Ayu, Almira, dan Riska. Ketiganya memiliki karakter gerak yang berbeda, namun justru di situlah letak kekuatannya ketika disatukan dalam satu harmoni. Tantangan terbesar adalah membangun chemistry agar mereka bisa saling mengisi di panggung. Hari ini, saya melihat mereka sangat bersemangat. Kami membawa konsep tari yang mengangkat nilai lokal, dan saya yakin juri akan melihat keunikan yang kami tawarkan dibandingkan peserta lainnya."
Ayu Marfungah Aziz, mewakili rekan-rekannya sebelum naik ke atas panggung, mengungkapkan perasaan mereka "Kami merasa sangat bangga bisa terpilih mewakili sekolah. Jujur saja ada rasa gugup karena melihat banyak peserta lain yang juga bagus, tapi karena kami latihan bersama setiap hari dengan Ibu Nurfia dan didukung penuh oleh Ibu Nana, kami jadi lebih percaya diri. Kami bertiga sudah berjanji untuk memberikan penampilan terbaik kami hari ini untuk SDN 3 Canduk. Mohon doa restunya agar kami bisa tampil lancar tanpa hambatan di panggung nanti."
Hingga berita ini dilaporkan, jalannya perlombaan tari di SDN 1 Lumbir masih berlangsung dengan tertib dan meriah. Penampilan delegasi dari SD Negeri 3 Canduk diharapkan mampu menjadi katalisator bagi siswa-siswi lainnya untuk terus berprestasi di bidang seni. Keberanian Ayu Marfungah Aziz, Almira Zahira, dan Riska Maisaroh untuk berkompetisi secara sehat menunjukkan bahwa pendidikan dasar di wilayah Lumbir telah berhasil menanamkan rasa percaya diri yang tinggi pada peserta didiknya.
Hasil akhir dari FLS3N ini nantinya akan menentukan siapa yang berhak mewakili Kecamatan Lumbir ke tingkat kabupaten. Namun, bagi keluarga besar SD Negeri 3 Canduk, kehadiran tim tari mereka di kancah kecamatan sudah menjadi prestasi tersendiri yang patut diapresiasi setinggi mungkin sebagai bagian dari pelestarian budaya bangsa melalui jalur pendidikan formal.

