- Diposting oleh : Sekolah Dasar Negeri 3 Canduk
- pada tanggal : Rabu, Mei 20, 2026
sdn3canduk.sch.id
– Adrian Pradipta Amzari, siswa kelas 5 SD Negeri 3 Canduk, berhasil menorehkan
prestasi gemilang dengan menyabet gelar Juara 2 dalam cabang olahraga Kanga’s
Escape pada gelaran Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kecamatan
Lumbir. Kompetisi sengit yang mempertemukan talenta-talenta muda terbaik dari
berbagai sekolah dasar tersebut berlangsung dengan khidmat dan meriah di
Lapangan Desa Cirahab, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas.
Keberhasilan
Adrian dalam membawa pulang trofi kemenangan tidak lepas dari kerja keras dan
disiplin tinggi selama masa persiapan. Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan
Kesehatan (PJOK) SD Negeri 3 Canduk, Dion Antoni Saputra, menyatakan bahwa anak
didiknya tersebut telah menunjukkan konsistensi yang luar biasa sejak awal
latihan fisik dimulai. Menurutnya, cabang Kanga’s Escape membutuhkan kombinasi
antara kecepatan, kelincahan, dan ketahanan mental yang kuat, sesuatu yang
berhasil ditunjukkan oleh Adrian saat berlaga di Lapangan Desa Cirahab.
Lebih
lanjut, Dion Antoni Saputra menjelaskan bahwa pihak sekolah memang memberikan
perhatian khusus terhadap bakat-bakat non-akademik siswa, termasuk dalam bidang
olahraga atletik anak (kids athletics) seperti Kanga's Escape. Pihaknya mengungkapkan
bahwa tantangan terbesar selama masa pelatihan adalah menyelaraskan teknik
lompat dan lari agar tetap efisien di medan lapangan yang dinamis. Namun,
berkat ketekunan Adrian serta dukungan penuh dari pihak sekolah dan orang tua,
hambatan-hambatan tersebut berhasil diatasi dengan sangat baik hingga berbuah
podium kedua di tingkat kecamatan.
Dion juga menambahkan
bahwa kompetisi O2SN pada tahun ini memiliki tingkat persaingan yang jauh lebih
ketat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Ia menyebutkan bahwa hampir
seluruh sekolah mengirimkan representasi terbaik mereka yang telah dilatih
secara intensif. Kendati demikian, performa Adrian di arena pertandingan tetap
stabil dan tidak goyah oleh tekanan mental dari lawan-lawan tangguh yang
mendominasi jalannya perlombaan sejak babak kualifikasi dimulai.
Ditemui usai
upacara penyerahan piala di tepi Lapangan Desa Cirahab, rona bahagia dan bangga
tidak dapat disembunyikan dari wajah Adrian Pradipta Amzari. Bocah kelas 5 SD
tersebut mengaku sangat bersyukur atas pencapaian yang berhasil diraihnya,
meski sempat merasa tegang sebelum peluit perlombaan ditiup oleh wasit.
"Saya
merasa sangat senang dan tidak menyangka bisa menjadi Juara 2 di lomba Kanga’s
Escape ini. Latihannya memang melelahkan setiap sore, tetapi Pak Dion selalu
menyemangati saya untuk tidak mudah menyerah. Piala ini saya persembahkan untuk
orang tua saya, teman-teman, dan tentunya untuk nama baik SD Negeri 3
Canduk," ujar Adrian dengan mata berbinar penuh semangat.
Di tempat
yang sama, Dion Antoni Saputra selaku guru pembimbing sekaligus pelatih PJOK,
memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas daya juang yang diperlihatkan oleh
Adrian sepanjang turnamen O2SN tingkat Kecamatan Lumbir berlangsung.
"Adrian
adalah anak yang memiliki kemauan belajar yang sangat tinggi. Di kelas 5 ini,
dia menunjukkan kematangan fisik dan mental yang luar biasa untuk ukuran atlet
tingkat dasar. Hasil Juara 2 ini adalah buah dari tetesan keringatnya selama
berminggu-minggu di sekolah. Kami selaku pihak pengajar sangat bangga, dan
prestasi ini menjadi bukti bahwa keterbatasan sarana bukan penghalang untuk
mencetak prestasi di tingkat kecamatan," kata Dion dengan penuh rasa
bangga.
Prestasi
yang diraih oleh Adrian Pradipta Amzari tersebut diharapkan tidak hanya
berhenti sampai di sini, melainkan dapat menjadi pemantik semangat bagi
siswa-siswi lainnya di SD Negeri 3 Canduk. Pihak sekolah berharap kemenangan di
cabang Kanga’s Escape ini dapat menjadi momentum penting untuk menjaring lebih
banyak bibit-bibit atlet muda potensial di masa mendatang yang siap
mengharumkan nama daerah.
Dengan
berakhirnya kompetisi O2SN tingkat Kecamatan Lumbir di Lapangan Desa Cirahab,
Adrian kini kembali fokus pada kegiatan belajar mengajar di kelas 5. Walau
begitu, piala perak yang kini dipajang di ruang prestasi sekolah akan selalu
menjadi pengingat bahwa kerja keras, bimbingan yang tepat, dan tekad yang kuat
akan selalu menemukan jalan menuju podium juara.
