Skip to Content
Loading...
Eko Yuliansor
Eko Yuliansor
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Pupuk Bakat Seni Islami Siswa, SDN 3 Canduk Konsisten Kembangkan Ekstrakurikuler Kaligrafi Dekoratif

SDN 3 CANDUK - Pendidikan karakter dan pengembangan potensi diri kini menjadi pilar krusial dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan estetika dan spiritual yang matang. Di tengah dinamika dunia pendidikan dasar modern, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Canduk terus menunjukkan konsistensi luar biasa dalam memfasilitasi minat serta bakat seni peserta didiknya melalui program ekstrakurikuler kaligrafi dekoratif yang terarah.


Program pembinaan seni menulis indah huruf Arab ini dirancang bukan sekadar untuk mengisi waktu luang siswa, melainkan sebagai wadah strategis untuk mengasah estetika, membangun ketelitian tingkat tinggi, sekaligus menanamkan ketenangan jiwa bagi anak-anak sejak usia dini. Di bawah bimbingan tenaga pendidik yang kompeten, para siswa dibekali keterampilan teknis komprehensif mulai dari tingkat dasar hingga mampu menghasilkan karya seni dekoratif berstandar tinggi di atas kanvas.


Keberhasilan pembinaan ini terbukti melahirkan prestasi membanggakan yang mengharumkan nama sekolah di kancah regional. Pada ajang Lomba Mata Pelajaran Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) XXV, salah satu siswa berbakat sekolah ini, Ayip Muhammad Azka, sukses menyabet gelar Juara 1 dalam cabang lomba kaligrafi dekoratif dan mewakili Kecamatan Lumbir. Prestasi gemilang tersebut membuktikan bahwa sekolah dasar di tingkat daerah mampu bersaing dan mencetak talenta seni yang potensial.


Kendati demikian, memasuki tahun 2026, tantangan baru muncul seiring dengan meningkatnya intensitas kegiatan akademik bagi para siswa kelas akhir. Menurut pihak sekolah, penyesuaian jadwal dan pemadatan jam pelajaran menjadi prioritas utama demi mempersiapkan siswa menghadapi Ujian Sekolah dan kelulusan dengan hasil yang optimal. Kondisi ini menuntut para siswa untuk mampu membagi waktu secara bijak antara kewajiban belajar di kelas dan hobi seni yang mereka tekuni.


Ayip Muhammad Azka menuturkan bahwa pengalaman mengikuti ekstrakurikuler kaligrafi memberikan banyak manfaat positif bagi perkembangan kedisiplinan dan kerapian tulisannya sehari-hari. Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian gemilang yang diraihnya pada tahun sebelumnya, di mana ia berhasil mempersembahkan trofi juara pertama bagi sekolah tercinta.


"Sejak saya ikut ekstrakurikuler kaligrafi, saya merasa senang karena saya bisa menulis Arab dengan rapi sesuai dengan tata cara menulis Arab. Pada lomba MAPSI XXV di tahun 2025, cabang lomba kaligrafi dekoratif berhasil meraih juara 1 dan mewakili Kecamatan Lumbir," ujar Ayip saat menceritakan pengalamannya.


Ia juga menambahkan bahwa pada tahun 2026 ini, dirinya harus merelakan kesempatan untuk turun kembali dalam kompetisi serupa karena harus fokus menghadapi padatnya jadwal pelajaran kelas 6. Ia menjelaskan bahwa adanya jam pelajaran tambahan membuat ruang dan waktu untuk berlatih secara intensif menjadi lebih terbatas, sehingga ia memilih untuk mengutamakan tanggung jawab akademiknya terlebih dahulu.


Sementara itu, Guru Pembimbing Ekstrakurikuler Kaligrafi SDN 3 Canduk, Eko Yuliansor, S.Pd., memaparkan bahwa metode pembelajaran yang diterapkan di sekolahnya mengutamakan tahapan fundamental yang sistematis. Menurut beliau, penguasaan teknik dasar memegang peranan vital sebelum seorang anak melangkah ke tahap estetika yang lebih kompleks dan membutuhkan ketelatenan ekstra.


"Dalam belajar kaligrafi, anak-anak akan diajari terlebih dahulu cara memegang handam atau pena khusus kaligrafi. Kemudian diajari cara menggunakan handam, cara penulisan, hingga cara membuat hiasan dekoratif," jelas Eko Yuliansor secara rinci.


Ia juga menjelaskan lebih lanjut mengenai proses kreatif tahap akhir yang melibatkan eksplorasi warna guna mempercantik hasil karya akhir para siswa. Proses kreatif ini melatih kesabaran anak-anak dalam memadukan warna di atas media lukis yang menuntut ketelitian visual yang tajam.


"Tahap berikutnya adalah pewarnaan dengan menggunakan cat air atau cat akrilik dengan media kanvas," pungkas pembimbing ekstrakurikuler tersebut, menegaskan standar kualitas karya yang dihasilkan anak didiknya.


Implikasi dari pembinaan seni kaligrafi ini memberikan nilai tambah yang signifikan bagi dunia pendidikan dasar, khususnya dalam membangun karakter siswa yang tekun dan sabar. Ke depan, tantangan bagi institusi pendidikan adalah bagaimana merumuskan manajemen waktu yang harmonis, memastikan prestasi non-akademik tetap berjalan seiring dengan pencapaian target kurikulum nasional demi masa depan siswa yang seimbang secara kognitif dan afektif.


Bagaimana pandangan Anda mengenai strategi pembagian waktu belajar dan pengembangan bakat seni bagi siswa kelas akhir seperti yang diterapkan di SDN 3 Canduk ini?

Kontributor : Eko Yuliansor, S.Pd

Berbagi

Postingan Terkait

Posting Komentar

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?