- Diposting oleh : Sekolah Dasar Negeri 3 Canduk
- pada tanggal : Sabtu, September 05, 2026
LUMBIR, SDN 3 Canduk – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Canduk terus mematangkan persiapan para peserta didiknya dalam menghadapi gelaran Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Korwilcam Dindik Lumbir. Salah satu fokus perhatian utama pengasuh dan pembina sekolah saat ini tertuju pada cabang lomba ndagel ijen, seni komedi tunggal berbasis bahasa Jawa yang menuntut kreativitas serta keberanian tampil di depan publik.
Persiapan intensif tersebut ditunjukkan oleh Adrian Pradipta Amzari, salah satu siswa berbakat SDN 3 Canduk yang diproyeksikan mewakili sekolahnya dalam ajang bergengsi tersebut. Di bawah bimbingan langsung guru kelasnya, Eko Yuliansor, Adrian menjalani serangkaian program latihan khusus untuk mengasah kemampuan membawakan materi humor daerah secara natural dan komunikatif.
Pembina sekaligus guru kelas SDN 3 Canduk, Eko Yuliansor, menjelaskan bahwa proses pendampingan dilakukan secara bertahap dan sistematis. Menurut penjelasannya, tahap awal latihan difokuskan penuh pada penguasaan hafalan naskah dan pemahaman isi materi ndagel ijen secara mendalam, sebelum melangkah pada teknis penampilan panggung yang lebih kompleks.
Ia menambahkan bahwa setelah peserta didik mampu menghafal seluruh struktur cerita dengan baik, fokus latihan bergeser pada pembentukan karakter. Pendampingan difokuskan untuk memoles ekspresi wajah, artikulasi vokal, serta intonasi nada agar pesan humor yang disampaikan dapat mengena dan menghibur para penonton maupun dewan juri kelak.
"Latihan rutin ini kami mulai dari fondasi dasar, yaitu memastikan anak paham dan hafal isi materi ndagel ijen terlebih dahulu. Setelah hafalannya matang, baru kami fokus melatih ekspresi muka, gestur tubuh, dan intonasi suara agar gaya humornya terlihat alami serta tidak terkesan dipaksakan," ujar Eko Yuliansor saat ditemui di sela-sela pendampingan latihan siswa di sekolah.
Guru yang telaten membimbing talenta muda ini meyakini bahwa penguasaan ekspresi dan intonasi merupakan kunci utama keberhasilan dalam seni pertunjukan komedi tunggal daerah. Melalui kombinasi materi humor yang tepat dan penyampaian yang ekspresif, pesan pelestarian bahasa ibu dapat tersampaikan secara menyenangkan sekaligus menghibur masyarakat luas.
Ajang FTBI 2026 di lingkungan Korwilcam Dindik Lumbir yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 menjadi momentum penting bagi regenerasi penutur bahasa daerah. Cabang ndagel ijen sendiri menjadi salah satu daya tarik utama karena memadukan unsur kelakaran lokal dengan ketangkasan berolah bahasa Jawa khas Banyumasan yang semakin jarang diminati generasi muda.
Melalui keikutsertaan aktif dan persiapan yang matang sejak dini, pihak sekolah berharap Adrian Pradipta Amzari mampu memberikan penampilan terbaiknya pada ajang tersebut. Latihan terstruktur ini tidak hanya ditujukan untuk meraih predikat juara, tetapi juga sebagai sarana menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap kebudayaan serta bahasa daerah di kalangan para siswa sekolah dasar.
