- Diposting oleh : Sekolah Dasar Negeri 3 Canduk
- pada tanggal : Minggu, September 27, 2026
SDN 3 CANDIK - Pendidikan karakter dan pelestarian seni Islami di bangku sekolah dasar memegang peranan vital dalam membangun kepribadian peserta didik yang religius dan kreatif. Komitmen nyata tersebut kembali dibuktikan oleh Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Canduk melalui keberhasilan program ekstrakurikuler seni kaligrafi atau khat Arab. Program pembinaan ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah penyaluran hobi, melahirkan generasi muda yang unggul dan berprestasi di tingkat kabupaten.
Di bawah bimbingan intensif dan terstruktur, para siswa dibekali keterampilan teknis menulis huruf hijaiyah secara indah, rapi, dan sesuai kaidah baku. Rutinitas latihan mingguan ini terbukti ampuh dalam melatih ketelitian tingkat tinggi, kedisiplinan mental, serta menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak. Konsistensi pihak sekolah dalam mengawal proses pembinaan ini berhasil mengubah potensi dasar siswa menjadi karya seni bernilai tinggi.
Keberhasilan pembinaan tersebut berbuah manis pada gelaran Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Seni Islami (MAPSI) XXVII tahun 2026. Salah satu siswi berbakat binaan sekolah ini, Wigaringtyas, sukses mengharumkan nama almamaternya dengan menyabet gelar Juara 2 pada cabang lomba menulis khat Arab kategori putri. Prestasi gemilang ini sekaligus menegaskan kualitas pendidikan non-akademik di SDN 3 Canduk yang mampu bersaing kompetitif.
Guru pembimbing ekstrakurikuler khat Arab SDN 3 Canduk, Dian Pertiwi, S.Pd., memaparkan bahwa program ini dirancang secara khusus untuk mengenalkan keindahan seni Islam. Menurut beliau, proses membimbing jemari anak-anak agar mahir menggoreskan pena kaligrafi menuntut ketelatenan, kesabaran, serta motivasi berkelanjutan dari seorang pendidik.
Dian Pertiwi, S.Pd., menambahkan bahwa materi latihan difokuskan secara mendalam pada penguasaan teknik dasar penulisan yang benar. Beliau menjelaskan bahwa pencapaian anak didiknya merupakan manifestasi dari kerja keras, dedikasi tinggi, serta semangat belajar luar biasa yang ditunjukkan oleh para peserta didik selama mengikuti sesi latihan rutin di sekolah.
Sementara itu, siswi berprestasi SDN 3 Canduk, Wigaringtyas, mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraannya atas pencapaian trofi tingkat regional tersebut. Ia menuturkan bahwa pengalaman mengikuti kegiatan ekstrakurikuler ini memberikan banyak manfaat positif bagi kemampuan akademis maupun non-akademisnya dalam menulis huruf Arab.
"Saya sejak ikut ekstra kurikuler khat merasa senang karena saya bisa menulis arab dengan rapi sesuai dengan tata cara menulis arab, dan pada lomba MAPSI XXVII di tahun 2026, cabang Lomba menulis khat arab putri saya mendapat juara 2," ujar Wigaringtyas dengan penuh antusias.
Ia juga menjelaskan bahwa bimbingan intensif dari guru di sekolah sangat membantunya menguasai teknik penulisan yang rumit. Keberhasilan menaklukkan berbagai tantangan latihan tersebut kini menjadi pemacu semangat baginya untuk terus mengasah bakat seninya di masa mendatang.
Implikasi jangka panjang dari program ekstrakurikuler ini memberikan nilai edukasi yang sangat berharga bagi pembentukan karakter siswa sekolah dasar. Melalui penguasaan seni kaligrafi, anak-anak tidak hanya belajar seni rupa tradisional, tetapi juga melatih fokus mental yang berdampak positif pada ketekunan belajar secara keseluruhan.
Pihak sekolah berharap torehan prestasi Wigaringtyas mampu menjadi inspirasi kuat bagi siswa-siswi lainnya di SDN 3 Canduk untuk terus berprestasi. Ke depannya, institusi pendidikan ini berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas serta kualitas pembinaan guna melahirkan lebih banyak talenta muda berbakat di bidang seni Islam.
Bagaimana pandangan Anda mengenai pentingnya integrasi seni budaya Islam dalam kurikulum ekstrakurikuler di tingkat sekolah dasar?
