Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa sebuah metode
pendidikan yang canggih namun gagal di kelas? Jawabannya seringkali bukan pada
kurikulumnya, melainkan pada cara pandang pengajarnya. Dalam dunia pendidikan
modern, muncul sebuah premis yang kuat: “Jika pola pikir guru salah, maka
pembelajaran pasti gagal.”
Untuk mengimplementasikan pendekatan Pembelajaran
Mendalam (Deep Learning) , ada satu fondasi yang harus kokoh sebelum kita
menyentuh teknis perangkat pembelajaran, yaitu transformasi pola pikir atau pola
pikir .
1. Growth Mindset: Keyakinan Bahwa Setiap Anak Bisa
Berkembang
Fondasi pertama dalam Pembelajaran Mendalam adalah pola
pikir pertumbuhan kepemilikan . Sebagai guru, Anda harus percaya sepenuhnya
bahwa kecerdasan dan kemampuan bukanlah sesuatu yang statis, melainkan sesuatu
yang bisa dikembangkan.
Kekuatan Kata "Belum"
Perubahan kecil dalam diksi dapat memberikan dampak
psikologis yang besar bagi peserta didik.
- Hindari
kalimat: "Kamu tidak bisa mengerjakan ini."
- Gunakan
kalimat: "Kamu belum bisa melakukannya saat ini."
Kata "belum" memberikan ruang bagi harapan dan
usaha. Ini menanamkan keyakinan pada siswa bahwa kegagalan hanyalah sebuah
fase, bukan hasil akhir. Dengan cara pandang ini, proses pembelajaran menjadi
jauh lebih bermakna dan memanusiakan hubungan antara guru dan murid.
2. Seni Memberikan Pujian: Proses vs Pribadi
Salah satu aspek krusial dalam mengelola kelas yang
menerapkan Deep Learning adalah cara guru memberikan apresiasi.
Ternyata, tidak semua pujian itu membangun.
Bahaya Pujian Pribadi (Pujian Orang)
Memberikan pujian seperti "Kamu pintar sekali"
atau "Kamu memang anak jenius" seringkali justru menjadi
bumerang. Pujian pribadi membuat siswa merasa bahwa kesuksesan adalah bakat
alami. Akibatnya, saat mereka menghadapi tantangan sulit, mereka akan merasa
tidak pintar lagi dan mudah menyerah.
Kekuatan Pujian Proses (Proses Pujian)
Dalam Pembelajaran Mendalam, guru didorong untuk fokus pada Pujian
Proses . Contohnya:
- "Ibu
sangat menghargai kerja kerasmu dalam mencari solusi alternatif
tadi."
- "Bapak
lihat kamu sangat teliti dalam menyusun langkah-langkah percobaan
ini."
Mengapa ini penting?
- Mendorong
Resiliensi: Siswa belajar bahwa usaha dan strategi adalah kunci
sukses.
- Menuntut
Variasi Mengajar: Guru yang menghargai proses secara otomatis akan
tertantang untuk menghadirkan variasi strategi pembelajaran yang tepat
bagi setiap kebutuhan individu.
3. Langkah Menuju Perangkat Pembelajaran yang Efektif
Perubahan pola pikir ini bukan sekadar teori di
awang-awang. Prinsip ini nantinya akan menjadi ruh dalam penyusunan perangkat
pembelajaran, mulai dari Modul Ajar hingga asesmen.
Ketika seorang guru sudah memiliki growth mindset dan
paham cara memotivasi melalui proses pujian, maka perangkat pembelajaran yang
disusun tidak lagi kaku. Guru akan lebih fleksibel dalam merancang aktivitas
yang menantang sekaligus mendukung bagi perkembangan siswa.
Kesimpulan
Pembelajaran Mendalam bukan sekedar tentang materi yang
padat, namun tentang kedalaman pemahaman dan perkembangan karakter. Semua itu
dimulai dari meja guru. Dengan mengubah cara pandang dan cara kita
mengapresiasi siswa, kita sedang membuka pintu gerbang kesuksesan masa depan
mereka.

Posting Komentar untuk "Strategi Pembelajaran Mendalam: Mengapa Pola Pikir Guru Adalah Kunci Utama?"